Pengolahan
Carica in Heavy Syrup
1. Siswa dapat mengetahui cara pengolahan carica in heavy
syrup.
2. Siswa dapat mengetahui peralatan yang digunakan dalam
pengolahan carica in heavy syrup.
3. Siswa dapat mengenali faktor yang mempengaruhi dalam
pembuatan carica in heavy syrup.
a) Alat
1.
Pisau
2.
Talenan
3.
Sendok
4.
Cup
Sealer
5.
Ember
6.
Baskom
7.
Kranjang
8.
Soblok
9.
Kompor
10. Termometer
11. Pengasah pisau
12. Boiler
13. Blender
14. Spinner
15. Saringan
16. Panci
b)
Bahan
1.
Buah Carica 700 kg
2.
Gula 150
kg
3.
Asam sitrat
Manisan Carica adalah komoditas khas
daerah dataran tinggi Dieng dan Wonosobo dan biasanya dijual dalam botol-botol
selai ukuran 230 dan 350 gram. Setelah jadi manisan rasanya manis dan texturnya
seperti buah mangga. Yang istimewa adalah saus atau air manisan yang terbuat
dari biji Carica. Selain manis, aromanya juga harum dan mengundang selera.
Seperti pepaya, buahnya mengandung banyak papain, enzim yang mampu mendegradasi
protein (“proteolitik”). Dan ini adalah oleh-oleh istimewa khas Wonosobo.
1. Sortasi
dan Gradding
Sortasi
merupakan suatu proses yang bertujuan untuk memisahkan hasil panen yang baik
(tidak mengalami kerusakan fisikdan terlihat menarik) dengan yang jelek (hasil
yang telah mengalami kebusukan/kerusakan fisik akibat penguapan/serangan hama
dan penyakit serta benda asing yang tidak dikehendaki)
Sedangkan
gradding bertujuan untuk memisahkan hasil panen berdasarkan tingkat mutu, sesuai
dengan standar mutu yang ditentukan.
2. Trimming
(Peeling & Seeding)
Trimming
merupakan teknik menghilangkan/membuang bagian pada hasil pertanian yang tidak
diinginkan. Disini, trimming yang diterapkan adalah peeling(pengupasan) untuk
menghilangkan kulit, dan seeding untuk menghilangkan biji.
3. Perendaman
Perendaman
menggunakan air bertujuan untuk menghilangkan getah pada carica yang maih
menempel. Sedangkan, perendaman larutan garam bertujuan untukmenghilangkan
lender (getah), mengikat air pada bahan sehingga bahan kenyal, serta untuk
pengawetan.
4. Size
reduction
Size
reduction merupakan proses pengecilan ukuran bahan dengan gaya mekanis tanpa
merubah sifat-sifat kimia bahan.
5. Pencucian
Proses
ini bertujuan untuk membersihkan bahan dari kotoran yang kemungkinan masih
menempel pada bahan, lendir (getah) yang masih tersisa, dan pencucian ini juga
dilakukan setelah proses perendaman larutan garam yang bertujuan untuk
menetralisasi rasa garam pada bahan.
6. Blanching
Merupakan
proses pendahuluan panas pada bahan yang bertujuan untuk menginaktifkan enzim
dan mengikat O2 pada bahan sehingga tekstur bahan menjadi kenyal.
7.
Pasteurisasi
Merupakan
proses pemberian panas pada bahan yang bertujuan untuk mematikan sebagian
bakteri khususnya bakteri pathogen yang ada pada produk.
8. Cooling
Merupakan
proses yang dilakukan setelah proses pemberian panas pada bahan yang bertujuan
untuk membuat keadaan shock, biasanya dilakukan setelah pateurisasi agar
bakteri thermofilik pada produk ikut mati.
1. Buah
carica
Carica adalah buah khas Dieng yang
masih dikategorikan sebagai salah satu
jenis buah papaya. Secara visual carica dibedakan menjadi dua yaitu
carica yang buahnya menempel pada pohon dan carica yang tumbuh pada
ranting/carica ranting. Pada umumnya carica dapat tumbuh pada ketinggian
1750-2000 meter diatas permukaan laut disertai kondisi tanah gembur.memiliki aroma
yang harum segar khas buah carica .cita rasa yang sangat excotic tekstur yang
sangat kenyal berwarna kuning keemasan carica in syrup dapat dikonsumsi secara
langsung, dibuat pudding, juss,atau koktailsebagai makanan pembuka maupun
makanan penutup . lebih segar disajikan dingin kaya vitamin mineral dan serat
alami. Carica termasuk pohon yang mudah sekali ditanam dan dipelihara, sehingga
para petani di dataran tinggi Dieng sering menanam pohon carica di pematang
kebun, bersama-sama dengan tanaman sayur mayur lainya. Bulan juni - juli atau
menjelang musim kemarau merupakan masa panen buah carica, untuk satu pohon
carica mampu menghasilkan sekitar 10-20
Kg buah.
2. Gula
Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang
menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak
diperdagangkan dalam bentuk kristalsukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau
hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.
Gula tebu atau yang sering di kenal dengan
sebutan gula pasir kebanyakan dipasarkan dalam bentuk gula kristal curah. Pertama tama bahan
mentah dihancurkan dan diperas, sarinya dikumpulkan dan disaring, cairan yang
terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya menggunakan kalsium oksida) untuk
menghilangkan ketidakkemurnian, campuran tersebut kemudian diputihkan dengan belerang dioksida. Campuran yang terbentuk kemudian
dididihkan, endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan.
Setelah cukup murni, cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk)
untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses
kristalisasi.
3. Asam
Sitrat
Asam sitrat (C6H8O7) merupakan asamorganiklemah yang ditemukan pada daun dan buah
tumbuhan genus Citrus
(jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan
alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan. Dalam biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalam siklus asam
sitrat yang terjadi
di dalam mitokondria, yang penting
dalam metabolismemakhluk hidup. Zat ini juga
dapat digunakan sebagai zat pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai antioksidan.
Penggunaan utama asam sitrat saat ini adalah sebagai zat pemberi cita rasa dan pengawet makanan dan
minuman, terutama minuman ringan. Kode asam
sitrat sebagai zat aditif makanan (E number ) adalah E330.
1.
Persiapkan alat dan bahan
2.
Lakukan sortasi dan grading buah
carica.
3.
Lakukan pengupasan buah
carica,usahakan dalam pengupasan kulit setipis mungkin dan sebersih mungkin.
4.
Cuci buah carica yang telah dikupas
(Perendaman I).
5.
Potong membujur buah carica
menjadidua bagian dan kemudian hilangkan bijinya menggunakan sendok.
6.
Lakukan pencucian setelah carica
dihilangkan bijinya (Perendaman II)
7.
Rajang buah carica menjadi beberapa
bagian yang lebih kecil
8.
Rendam buah carica dalam larutan
garam selama 3 menit
9.
Cuci bersih buah carica setelah
direndam air garam
10. Blancing buah carica selama 15-20 menit dengan ditambah
pewarna makanan
11. Masukan carica kedalam kemasan
12. Timbang carica sebanyak 75-77 gram/mangkuk
13. Tutup kemasan carica menggunakan cup sealer yang sebelumnya
telah ditambahkan larutan gula
14. Lakukan Pasteurisasi 45-60 menit dengan suhu 85-87oC
15. Dinginkan carica menggunakan air
b)
Diagram alir
proses
|
No
|
Perlakuan
|
Bahan Dasar
|
Pengamatan
|
|
1.
|
Bahan Dasar
|
Buah Carica
|
Berat : 700 kg
|
|
Warna : Hijau kekuningan
|
|||
|
Tekstur : Keras
|
|||
|
Bentuk : Utuh
|
|||
|
Gula
|
Berat : 150 kg
|
||
|
Warna : Putih
|
|||
|
Tekstur : Halus
|
|||
|
Bentuk : Kristal
|
|||
|
Asam Sitrat
|
Berat : -
|
||
|
Warna : Putih
|
|||
|
Tekstur : Halus
|
|||
|
Bentuk : Kristal
|
|||
|
Berat : -
|
|||
|
Warna : Kuning keorangean
|
|||
|
Garam
|
Tekstur : Halus
|
||
|
Bentuk : Serbuk
|
|||
|
Berat : -
|
|||
|
Warna : Hijau kekuningan
|
|||
|
2.
|
Sortasi
|
Buah Carica
|
Tekstur : Keras
|
|
Bentuk : Utuh
|
|||
|
Berat : -
|
|||
|
Warna : Kuning
|
|||
|
3.
|
Peeling
|
Buah Carica
|
Tekstur : Keras
|
|
Bentuk : Utuh tanpa kulit
|
|||
|
Berat : -
|
|||
|
Warna : Kuning
|
|||
|
4.
|
Perendaman I
|
Buah Carica
|
Tekstur : Keras
|
|
Bentuk : Utuh tanpa kulit
|
|||
|
Berat : -
|
|||
|
Warna :Kuning
|
|||
|
5.
|
Seeding
|
Buah Carica
|
Tekstur : Keras
|
|
Bentuk : Carica tanpa biji
|
|||
|
Jumlah : -
|
|||
|
Warna : Kuning
|
|||
|
6.
|
Perendaman II
|
Buah Carica
|
Tekstur : Keras
|
|
Bentuk : Carica tanpa biji
|
|||
|
Jumlah : -
|
|||
|
Warna : Kuning
|
|||
|
7.
|
Size Reduction
|
Buah Carica
|
Tekstur : Keras
|
|
Bentuk : Ukuran satu suapan
|
|||
|
Jumlah : -
|
|||
|
Warna : Kuning
|
|||
|
8.
|
Perendaman larutan garam
|
Buah Carica
|
Tekstur : Keras
|
|
Bentuk : Ukuran satu suapan
|
|||
|
Jumlah : -
|
|||
|
Warna : Kuning
|
|||
|
9.
|
Pencucian
|
Buah Carica
|
Tekstur : Keras
|
|
Bentuk : Ukuran satu suapan
|
|||
|
Jumlah : -
|
|||
|
Warna : Kuning
|
|||
|
10.
|
Blanching
|
Buah Carica
|
Tekstur :Kenyal
|
|
Bentuk : Ukuran satu suapan
|
|||
|
Jumlah : 75-77 gr/mangkuk
|
|||
|
Warna : Kuning
|
|||
|
11.
|
Penimbangan
|
Buah Carica
|
Tekstur :Kenyal
|
|
Bentuk : Ukuran satu suapan
|
|||
|
Jumlah : -
|
|||
|
Warna : Keruh
|
|||
|
12.
|
Pembuatan larutan gula
|
Gula, air
|
Tekstur :Kental
|
|
Bentuk : Cairan
|
|||
|
Jumlah : -
|
|||
|
Warna : Kuning
|
|||
|
13.
|
Sealing
|
Buah Carica, larutan gula
|
Tekstur :Kenyal
|
|
Bentuk : Ukuran satu suapan
|
|||
|
Jumlah : 3327 mangkuk
|
|||
|
Warna : Kuning
|
|||
|
14.
|
Pasteurisasi
|
Tekstur :Kenyal
|
|
|
Bentuk : Ukuran satu suapan
|
|||
|
Jumlah : 3327 mangkuk
|
|||
|
Warna : Kuning
|
|||
|
15.
|
Cooling
|
Tekstur :Kenyal
|
|
|
Bentuk : Ukuran satu suapan
|
|||
|
Jumlah : 3327 mangkuk
|
|||
|
Warna :Kuning
|
|||
|
16.
|
PRODUK
|
CARICA IN HEAVY SYRUP
|
Tekstur :Kenyal
|
|
Bentuk : Ukuran satu suapan
|
|||
Pada pengolahan carica in heavy
syrup, hasil yang didapat pada pengolahan tersebut adalah sebagai berikut
apabila dilihat dari berbagai aspek :
1.
Warna
Apabila dilihat dari aspek warna, carica yang dihasilkan
memiliki warna yang baik, warna yang dihasilkan setelah blanching dan
pasteurisasi adalah kuning.
2. Aroma
Apabila dilihat dari aspek aroma,
carica yang dihasilkan memiliki aroma yang harum yang khas, karena disisi lain
ada formula tersendiri yang membuat carica ini memiliki aroma yang khas dan
aroma tersebut kuat.
3. Tekstur
Apabila dilihat dari aspek teksturnya, carica yang
dihasilkan memiliki tekstur yang kenyal, hal ini terjadi karena adanya proses
blanching yang membantu memperbaiki tekstur dari carica tersebut.
4.
Rasa
Apabila dilihat dari aspek rasa, carica yang dihasilkan
memiliki rasa yang manis dan segar karena larutan gula yang dibuat memiliki
flavor yang khas
5.
Bentuk
Apabila dilihat dari aspek bentuknya, carica memiliki
bentukyang bias dimakan sekali suap, hal ini bertujuan untuk mempermudah konsumen
dalam mengkonsumsi carica ini.
1.
Kualitas bahan dasar
Bahan
dasar yang digunakan haruslah berkualitas baik. Apabila bahan dasar nya
memiliki kualitas yang kurang baik atau bahkan malah buruk, maka kemungkinan
produk yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang kurang baik pula, dan
biasanya mutu produk bernilai rendah.
2.
Sortasi dan Gradding
Sortasi dan grding buah carica ini bertujuan untuk
menentukan buah carica yang sudah siap olah maupun yang harus melalui proses
pemeraman.pemeraman dilakukan kurang lebih satu minggu atau sampai buah siap
untuk diolah
3.
Trimming (peeling & seeding) dan pembelahan
·
Peeling
Pengupasan buah
carica ini bertujuan untuk menghilangkan kulit beserta bercak yang ada pada
buah dalam pengupasan ini diwajibkan sampai bersih karena jika tidak bersih dapat mempengaruhi rasa pada product
jadi ,misalnya pada ssat penupasan meninggalkan kulit ini akan mempengaruhi
tekstur pada carica setelah diblanchig begitu juga saat pengupasan meninggalkan
bercak hitam maupun putih pada carica maka akan mempengaruhi rasa yaitu dapat
menyababkan rasa pahit pada carica.perlu
diingat juga pada saat pengupasan diwajibkan mengenakan sarung tangan arena
bila tidak getah carica yang mengenai kuit dapat menyebabkan iritasi pada kulit
,dan bisa lebih parah lagi yaitu menyebabkan kulit mengeluarkan darah melewati
sela-sela kuku.
·
Pembelahan
Buah
carica yang telah dicuci kemudian dipotong membujur menjadi dua bagian tujuan
dari pemotongan ini adalah untuk memudahka pada saat dirajang menjadi bagian
yang lebih kecil .
·
Seeding
Pengerokan bii carica ini dilakukan untuk menghilangkan biji
pengerokan ini dilakukan dengan menggunakan sendok perlu diperhatikan, pada
saatpengerokan harus benar-benar bersih agar tidak memberatkan pada bagian
selanjutnya,
4.
Pencucian dan Perendaman
·
Pencucian
Pencucian ini dimaksudkan untuk menghilangkan getah pada
buah carica dan juga kandungan enzim papain dimana enzim ini dapat berfungsi
untuk melunakkan daging enzim inilah yang dapat menjadikan tangan kita terluka
jika pada saat pengupasan tida mengenekan sarung tangan , pencucin ini
dilakukan dua kali yaitu setelah dikupas dan setalah pengerokan biji carica.
·
Perendaman larutan garam
Perendaman dalam larutan garam ini bertujuan untuk
menghilangkan lender (getah) yang masih menempel pada bahan, juga untuk
mengikat air pada bahan sehingga teksturnya menjadi lebih kenyal, selain itu
juga sebagai pengawetan.
5.
Size reduction
Pengerajangan
buah carica ini dilakukan dengan menggunakan pisau rata-rata buah carica yang
telah diotong menjadi dua bagian dan juga telah dikerok bijinya dirajang
menjadi lima bagian dimana besar dari bagian pemotongan ini sudah disesuaikan
dengan ukuran sekali gigit dan juga atas dasar pertimbangan penampilan pada
produk akhir dimana ukuran yang seragam dapat menambah nilai dari keserasian
penampilan produk.
6.
Pencucian
Pencucian
buah carica ini bertujuan untuk membersihkan kandungan garam yang melekat pada
carica setelah direndam, pencucian ini menggunakan air yang mengalir karena
dengan air yang akan mempercepat pencucian dan juga sekaligus untuk menyortir
ulang bila mana terdapat buah carica yang mesih berkulit atau berbercak hitam
maupun putih, selain itu juga untuk menetralisir rasa garam pada bahan.
7.
Blanching
Blanching
adalah proses pelunakan bahan dengan bantuan air panas dalam tahap blanching
ini ada penambahan bahan tambahan makanan yaitu pewarna makanan yaitu lemon
yellow penambahan pewarna ini sesuai
dengan dosis yang telah ditentukan oleh dinas kesehatan,blanching ini dilakukan
selama 10-15 menit atau samapi air yang digunakan untuk blanching mendidih.
8.
Pasteurisasi
Proses ini dilakukan dengan menggunakan alat soblok dalam
sekali pasteurisasi bisa dimasukkan 300 mangkuk carica dalam sekala pembuatan
besar , suhu pasteurisasi ini adalah 85-870C dengan waktu 50 menit
untuk mangkuk dan 45menit untuk carica cup , suhu ini dipantau setiap 10 menit
sekali karena hal ini dapat meminimalisasikan terjadinya kenaikan suhu maupun
penurunan suhu yang tidak terkendalikan, dan juga mencegah kerusakan product .
9.
Cooling
Pendinginan ini dilakukan dengan cara direndam dengan air
dingin. Waktu penginginannya tidak ditentukan hanya sampai carica dingin saja.
Proses ini bertujuan untuk membuat bakteri dalam keadaan shock.
1.
Blanching
Blanching merupakan CCP, karena bila proses blanching tidak
sesuai maka kemungkinan besar produk akan mengalami kegagalan dari segi
kualitas (mutu). Disini, bila proses blanching kurang dari waktu yang
ditentukan maka carica belum matang, tetapi bila proses ini berjalan melebihi
waktu yang telah ditentukan maka tekstur dari buah carica menjadi terlalu
lembek.
2.
Pasteurisasi
Pasteurisasi merupakan CCP karena bila proses pasteurisasi
tidak sesuai maka kemungkinan besar produk mengalami kegagalan dari segi kualitas
(mutu) maupun dari segi kuantitas. Apabila proses ini gagal, maka
mikroorganisme masih bisa tumbuh pada saat proses inkubasi yang biasanya
ditandai dengan keadaan kemasan menjadi cembung.
makasih udah share kak
BalasHapusbeli google play gift card di alfamart