Minggu, 20 Maret 2016

ZAT-ZAT KIMIA BERBAHAYA YANG TERKANDUNG DALAM MAKANAN

Untuk mempertahankan hidupnya, manusia tidak lepas dari makanan. Namun untuk saat ini makanan yang banyak dikonsumsi terkadang justru membahayakan kesehatan yang mengonsumsinya hal ini disebabkan oleh berbagai zat aditif buatan yang terkandung didalamnya. Zat aditif pada makanan adalah zat yang ditambahkan dan dicampurkan dalam pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu, lebih menarik dengan rasa yang enak, rupa dan konsentrasinya baik serta awet maka perlu ditambahkan bahan makanan atau dikenal dengan nama lain “food additive”.


 Jenis­-jenis zat aditif antara lain pewarna, penyedap rasa, penambah aroma, pemanis, pengawet, pengemulsi dan pemutih. Zat aditif pada makanan ada yang alami dan ada yang buatan (sintetik). Untuk zat aditif alami tidak banyak menyebabkan efek samping sedangkan Semua bahan kimia jika digunakan atau dikonsumsi secara berlebih pada umumnya bersifat racun bagi manusia. Mari kita bahas satu-persatu zat-zat aditif yang biasa terdapat pada makanan:

A.    PEWARNA MAKANAN
Perlu diwaspadai ketika membeli makanan dengan pemberian warna yang sedemikian menarik karena berbagi jenis makanan modern seperti kue, permen, minuman suplemen, makanan ringan, eskrim dan makanan-makanan instan lainya cenderung mengandung bahan pewarna tambahan (aditif) dengan kadar yang tinggi. Pewarna makanan ada yang alami dan ada pula yang buatan, Pewarna alami adalah pigmen – pigmen yang diperoleh dari bahan nabati, hewani, bakteri, dan alga. Pigmen tersebut antara lain:
1.      Antosianin (oranye, merah, biru)
2.      Betasianin dan betanin (kuning dan merah)
3.      Karotenid (kuning, merah, dan oranye)
4.      Klorofil (warna hijau sampai hijau kotor)
5.      Flavoid (kuning)
6.      Tanin (kuning)
7.      Betalain (kuning dan merah)
8.      Kuinon (kuning sampai hitam)
9.      Xantin (kuning)
10.  Pigmen heme (merah dan cokalt)

Beberapa jenis pewarna buatan yang terkenal dan beberapa efek samping yang ditimbulkannya :
 1. Tartrazine (E102 atau Yellow 5)
Tartrazine adalah pewarna kuning yang banyak digunakan dalam makanan dan obat-obatan. Yang berakibat meningkatkan hiperaktivitas anak, pada sekitar 1- 10 dari sepuluh ribu orang dan menimbulkan efek samping langsung seperti urtikaria (ruam kulit), rinitis (hidung meler), asma, purpura (kulit lebam) dan anafilaksis sistemik (shock). Zat ini akan lebih berbahaya lagi pada penderita asma atau orang yang sensitif terhadap aspirin.
           
 2. Sunset Yellow (E110, Orange Yellow S atau Yellow 6)
            Sunset Yellow dapat ditemukan dalam makanan seperti jus jeruk, es krim, ikan kalengan, keju, jeli, minuman soda dan banyak obat-obatan. Untuk sekelompok kecil individu, konsumsi pewarna aditif ini dapat menimbulkan urtikaria, rinitis, alergi, hiperaktivitas, sakit perut, mual, dan muntah. zat ini telah dihubungkan dengan peningkatan kejadian tumor pada hewan dan kerusakan kromosom, namun Kajian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menemukan bukti insiden tumor meningkat baik dalam jangka pendek dan jangka panjang karena konsumsi Sunset Yellow.
                       
 3.  Ponceau 4R (E124 atau SX Purple)
 Ponceau 4R adalah pewarna merah hati yang digunakan dalam berbagai produk seperti: selai, kue, agar-agar dan minuman ringan. Zat tersebut berpotensi memicu hiperaktivitas pada anak, dan dianggap karsinogenik (penyebab kanker) di beberapa negara.
                       
 4. Allura Red (E129)
            Allura Red adalah pewarna sinetis merah jingga yang banyak digunakan pada permen dan minuman. Allura Red sudah dilarang di banyak negara. Sebuah studi menunjukkan bahwa reaksi hipersensitivitas terjadi pada 15% orang yang mengkonsumsi Allura Red. dalam studi itu, 52% telah menderita gatal-gatal atau ruam kulit.
           
 5. Quinoline Yellow (E104)
 Pewarna makanan kuning ini digunakan dalam produk seperti es krim dan minuman energi. Zat ini sudah dilarang di banyak negara karena meningkatkan risiko hiperaktivitas dan serangan asma.
           

B.     PENGAWET MAKANAN
Pengawet adalah bahan yang dapat mencegah atau  menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan mikroorganisme. Zat pengawet dimaksudkan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makanan. Ada dua jenis pengawet makanan yaitu alami dan sintetik (buatan).
Pengawet yang paling aman adalah bahan-bahan alam, misalnya asam cuka (untuk acar), gula (untuk manisan), dan garam (untuk asinan ikan/telur). Selain itu beberapa bahan alam misalnya saja penambahan air jeruk atau air garam yang dapat digunakan untuk menghambat  terjadinya proses reaksi waktu coklat (browing reaction) pada buah apel.
Maksud dan tujuan dari pada penggunaan bahan pengawet makanan adalah untuk memelihara kesegaran dan mencegah kerusakan makanan atau bahan makanan. Beberapa pengawet yang termasuk antioksidan berfungsi mencegah makanan menjadi tengik yang disebabkan oleh perubahan kimiawi dalam makanan tersebut.
Tiga  macam zat pengawet:
1.      GRAS (General Recognized as Safe) bersifat alami, aman, dan tidak menimbulkan efek racun.
2.       ADI (Accpeptable Daily Intake) ditetapkan batas penggunaanya untuk melindungi konsumen
3.       Zat yang tidak layak untuk dikonsumsi contoh: boraks, formalin, dan rhodamin – b
Bahan pengawet buatan yang tidak diperbolehkan adalah formalin dan boraks.
1.      Formalin (Formaldehyde solution)
Merupakan suatu larutan yang tidak berwarna, berbau tajam yang mengandung lebih kurang 37 % formaldehit dalam air, biasanya ditambahkan mineral 10-15 % sebagai pengawet, Penggunaan formalin seharusnya untuk Pembunuh kuman, sehingga dimanfaatkan untuk pembersih lantai, kapal, gudang dan pakaian; Pembasmi lalat dan berbagai serangga, bahan pada pembuatan sutra buatan, zat pewarna, cermin kaca dan bahan peledak; Dalam dunia fotografi biasanya digunakan untuk pengeras lapisan gelatin dan kertas; Bahan untuk pembuatan produk parfum; Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku; Bahan untuk insulasi busa; Pencegah korosi untuk sumur minyak dan Bahan perekat untuk produk kayu lapis (plywood). Namun sungguh mengerikan karena saat ini marak digunakan formalin sebagai sering digunakan untuk mengawetkan tahu dan mie basah sehingga dapat menyebabkan kanker paru-paru, gangguan pada jantung, gangguan pada alat pencernaan, gangguan pada ginjal dll.
Bahaya formalin pada kesehatan: Dalam jangka pendek (akut), bila tertelan formalin maka mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menekan, mual, muntah dan diare, dapat terjadi pendarahan, sakit perut hebat, sakit kepala, hipotensi, (tekanan darah rendah), kejang, tidak sadar hingga koma. Disamping itu formalin juga menyebabkan kerusakan jantung, hati, otak, limpa, pankreas, sistem saraf pusat dan ginjal. Jangka panjang (kronik), mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin, efek sampingnya tampak setelah jangka panjang, karena terjadi akumulasi formalin dalam tubuh. Timbul iritasi pada saluran pernafasan, muntah, sakit kepala, rasa terbakar pada tenggorokan, dan rasa gatal di dada. Pada hewan percobaan dapat menyebabkan kanker sedangkan pada manusia diduga bersifat karsinogen (menyebabkan kanker).
2.      Boraks
Penggunaan boraks atau pijer atau kie dapat merupakan garam Natrium Na2 B4O7 10H2O yang banyak digunakan dalam berbagai industri nonpangan khususnya industry kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Gelas pyrex yang terkenal dibuat dengan campuran boraks.
C.    PEMANIS  MAKANAN
Bahan pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan buatan yang ditambahkan pada makanan dan minuman untuk menciptakan rasa manis. Suatu senyawa untuk dapat digunakan sebagai pemanis jika larut dan stabil pada kisaran pH yang luas, stabil pada kisaran suhu yang luas, mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai side atau aftertaste dan  murah, setidaknya tidak melebihi harga gula (sukrosa). Senyawa yang mempunyai rasa manis strukturnya sangat beragam tetapi mempunyai kemiripan sistem donor/akseptor proton (sistem AH/B) yang cocok dengan sistem reseptor (AH/B) pada indera perasa manusia. Beberapa pemanis buatan yang sering digunakan adalah:
1.      Sakarin
Tingkat kemanisan sakarin adalah 300 kali lebih manis daripada gula.  Karena tidak mempunyai nilai kalori, sakarin sangat populer digunakan sebagai pemanis  makanan diet.                
2.      Siklamat
Tingkat kemanisannya 30 kali lebih manis daripada gula dan tidak memberikan after taste. Siklamat dilarang penggunaannya karena  produk degradasinya yaitu sikloheksil amina bersifat karsinogenik. Hidrolisis tersebut terjadi akibat kegiatan ezim yang dihasilkan pada sistem pencernaan monogastrik.
     
3.      Aspartam
Aspartam atau metil ester dari L-aspartil-L-fenilalanin merupakan pemanis yang mempunyai nilai kalori karena aspartam merupakan suatu dipeptida dengan kadar kemanisan yang tinggi (200 kali sukrosa).  Karena merupakan dipeptida, Asapartam mudah terhidrolisis, mudah mengalami reaksi kimia yang biasa terjadi pada komponen pangan lainnya dan mungkin terdegradasi oleh mikroba.  Hal tersebut tentunya merupakan limitasi penggunaan aspartam pada produk-produk pangan berkadar air tinggi.  Jika mengalami hidrolisis aspartam akan kehilangan rasa manisnya.  Di dalam makanan aspartam dapat mengalami kondensasi intramolukuler menghasilkan diketo piperazin.
4.      Asesulfam K.
Asesulfam K adalah senyawa 6-metil-1,2,3-oksatizin-4(3H)-on-2,2-dioksida atau merupakan asam asetoasetat dan asam sulfamat.  Tingkat kemanisan asesulfam adalah 200 kali lebih manis daripada sukrosa.  Pengujian laboratorium telah membuktikan bahwa sesulfam K tidak berbahaya bagi manusia dan stabilitasnya selama pengolahan sangat baik.

D.    PENYEDAP RASA PADA MAKANAN
Kalau kita ingin melihat pencemaran makanan karena zat kimia, yang paling nyata adalah pada jajanan anak-anak. Jajanan anak-anak seringkali dan pada umumnya mengandung penyedap rasa vetsin atau MSG (monosodium glutamate) dengan takaran yang tinggi tak terkendali!
     Penyedap rasa merupakan setiap substansi yang menambah cita rasa atau bau dan dibuat dengan proses sintesis atau buatan  yang serupa bila ditambahkan dalam bahan pangan. Setiap penyedap yang dari alam tidaklah dianggap sebagai penyedap buatan (Desproiser, 1988). Setiap penyedap rasa yang ditambahkan kedalam bahan makanan harus di tampilkan dalam etiket atau label, tanpa melihat jumlahnya dengan cukup menuliskan artificial flavoring. Beberapa jenis penyedap rasa buatan yang sering ditambahkan adalah kalsium siklo heksil, kalsium sakarin, sakarin, natrium sikloheksil sulfamat, natrium sakarin. Zat ini dibedakan menjadi zat penyedap aroma dan penyedap rasa. Zat penyedap aroma buatan terdiri dari senyawa golongan ester, antara lain oktil asetat, iso amil asetat, dan iso amil valerat. Zat penyedap rasa terdiri dari monosodium gulmate. MSG berlebihan bisa menyebabkan “restoran cina”.
Bahaya Penyedap Rasa Buatan ( MSG ) Bagi Kesehatan
Ø  SHIMIZHU dkk, yang mengadakan penelitian pada tahun 1971 melaporkan bahwa MSG yang diberikan kepada anak ayam yang dicampurkan pada air minumannya menyebabkan matinya anak ayam tersebut disebabkan ginjalnya rusak.
Ø  GREENBERG dkk. (1973) melaporkan hahwa Tikus kecil yang diberi pakan MSG ketahuan sel-sel darah putihnya berubah berupa sel-sel kanker.
Ø  SNAPIR dkk. (1973 ) melaporkan bahwa anak ayam sudah diberi MSG, jumlah sel otaknya berkurang 24% dibanding dengan anak ayam yang normal tanpa diberi MSG.
Ø  Institut Penelitian Dan Pencegahan. Untuk kesehatan Nasional dari Kementrian Kesehatan Jepang sudah mengadakan percobaan dengan jalan memberi larutan MSG 2% terhadap beberapa anak ayam. Ketahuan hahwa anak Ayam tersebut semuanya mati.
Ø  Sedang yang dilaporkan oleh Baptist (1974) yaitu : ” MSG di Singapura menyebabkan penyakit radang hati dan menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) bagi anak-anak sekolah.
Ø  Penelitian di Indonesia yang dilakukan oleh Dr. Iwan T. Budiarso yang hasilnya yaitu : anak Ayam dan Anak Bebek yang diberi MSG itu mati. Sedangkan anak Ayam yang sudah agak besar seperti yang dibius, jalannya tidak normal, dan rupa-rupa gejala lainnya.
Ø  Masih banyak penilitian-penelitan yang membuktikan bahwa MSG itu positif menimbulkan kelainan terhadap hewan-hewan yang dibuat percobaan.
Sedangkan penelitian yang mengatakan MSG itu tidak menyebabkan
mengganggu kesehatan, datangnya dari catatan ilmiah Dr. Achmad Ramli. Kctua Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara Dep. Kes. R.I. juga dari Lembaga Farmasi Nasional Kesehatan R.I. dan Kepala Balai Penelitian Kimia P.N. NUPIKAYASA menyatakan bahwa MSG tidak menimbulkan hahaya terhadap kesehatan kalau dalam pemakaiannya sewajarnya. Tapi ini penelitian pada tahun 1962 sedangkan penelitian yang menemukan adanya pengaruh itu pada tahun 1969 . Oleh sebab itu tentu penelititahun 1962 perlu ditanya akan bonafiditasnya.
Ø  WHO pun tidak tinggal diam, hasil penelitian yang berupa rekomendasi yang disampaikan pada sidang CODEX ALIMENTARY COMMISSION (CAC) tahun 1970 menyebutkan hahwa MSG berupa makanan sehari-hari, bisa dipakai paling banyak 6 mg/kg berat badan manusia dewasa. Jadi kalau berat hadannya 50kg, seharinya tidak boleh lebih dari 2 gram. Di Amerika, dan di Singapura ada peraturan yang menyebutkan tidak boleh ditambahkan terhadap makanan bayi dan terhadap makanan yang sudah jadi (instant). Makanan harus memakai takaran yang sudah ditentukan dan menyampurkannya pun harus dibatasi.


Senin, 11 Januari 2016

proposal usaha

Nama    : Novella Dita Nadia
NIS         : 8081
Kelas     : 4tphp4

PT. ANDITTA RAYA BAKERY

PT. Anditta Raya Bakery adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan roti. Perusahaan ini resmi didirikan pada tanggal 13 Desember 1996, dan berlokasi di Jl. Gajah Mada no. 1A Semarang, dengan luas area pabrik sekitar 5,5hektar hektar dengan 45% berupa bangunan. Sedangkan kantor pusat berada di Jakarta. Lokasi PT. Anditta Raya Bakery sangat strategis didukung dengan adanya jalan utama Jakarta-Surabaya. Pabrik PT. Anditta Raya Bakery berada di Semarang dan Makassar. Sedangkan untuk kantor penjualan dan penyaluran berada di outlet-outlet khusus di berbagai kota. Sampai saat ini PT. Anditta Raya Bakery telah memproduksi banyak jenis bakery yang sudah dikenal di pasaran, baik itu roti basah/bread, roti kering, dan cake.
A.   Komoditas Produk di PT. Anditta Raya Bakery
Beberapa jenis bakery yang diproduksi baik itu pabrik Semarang, Jakarta maupun Makassar, diantaranya:
1.    Roti basah
Jenis jenis roti basah ini antara lain roti tawar dan roti manis. Contoh roti tawar yang diproduksi oleh Anditta Raya Bakery adalah tawar klasik, tawar gulung, tawar kupas, dan lain­lain. Sedangkan contoh roti manis yang diproduksi oleh Buana Bakery adalah roti, coklat, keju, ayam, kacang hijau, dan lain-lain,
Roti adalah makanan berbahan dasar utama tepung terigu dan air, yang difermentasikan dengan ragi, tetapi ada juga yang tidak menggunakan ragi. Namun kemajuan teknologi manusia membuat roti diolah dengan berbagai bahan seperti garam, minyak,mentega, ataupun telur untuk menambahkan kadar protein di dalamnya sehingga didapat tekstur dan rasa tertentu. Roti termasukmakanan pokok di banyak negara Barat. Roti adalah bahan dasar pizza dan lapisan luar roti lapis. Roti biasanya dijual dalam bentuk sudah diiris, dan dalam kondisi "fresh" yang dikemas rapi dalam plastik.

2.    Roti kering
Jenis-jenis roti kering yang diproduksi oleh Anditta Raya Bakery adalah bagelen, pongge, dan sus kering.
Roti Kering adalah istilah yang sering digunakan untuk kue yang bertekstur keras tapi renyah yang memiliki kadar air yang sangat rendah karena dibuat dengan cara di oven. Roti kering memiliki daya tahan yang cukup lama, Bahan yang umum digunakan utuk pembuatan roti kering diantaranya tepung beras, tepung ketan, terigu ataupun sagu, Roti kering yang dioven biasanya di sebut cookies.
Roti kering adalah makanan ringan yang bukan makanan utama. Secara harafiah kue seringkali diartikan sebagai makanan ringan yang dibuat dari tepung. Baik tepung beras maupun terigu
3.    Cake
Jenis jenis cake yang diproduksi oleh Anditta Raya Bakery ada tiga macam, yaitu cake, semi cake, dan chiffon cake. Perbedaan utama antara tiap-tiap jenis cake diatas terletak pada telur yang digunakan.
Cake yang dihias dengan lapisan (icing) dari krim mentega (buttercream), fondant, atau marzipan disebut kue tart (kue tarcis).
Cake berhias (kue tart) atau tanpa hiasan digunakan sebagai makanan penutup atau hidangan istimewa resepsi pernikahan atau pesta ulang tahun. Dalam resepsi pernikahan ala Barat dan pesta ulang tahun, upacara pemotongan kue tart merupakan salah satu acara
Bolu atau kue bolu adalah kue berbahan dasar tepung (umumnya tepung terigu), gula, dan telur. Kue bolu dan cake umumnya dimatangkan dengan cara dipanggang di dalam oven, walaupun ada juga bolu yang dikukus, misalnya: bolu kukus ataubrownies kukus

4.    Produk Basahan
Produk basahan antara lain adalah kueku, risolles, lunpia, kue cantik manis, semar mendem, lemper, arem – arem dan lain – lain.

5.    Produk lain
Selain roti tawar, roti manis, cake, dan roti kering, Anditta Raya Bakery juga memproduksi donat, muffin, rhumball, puding, dan lain-lain
Penanganan QC di tempat PT. Anditta Raya Bakery
Quality control yang ada di perusahaan antara lain meliputi QC gudang, QC pabrik, dan QC produksi.
a.    QC gudang bertugas menangani dan mencatat semua yang berada di gudang misalnya raw material maupun material packaging dan semua kegiatan yang mendukung serta mengontrol order dari pihak produksi.
b.    QC pabrik menangani kebersihan tiap ruang produksi dan tata cara memasuki ruang produksi.
c.    QC produksi menangani setiap kegiatan produksi, meliputi penanganan bahan baku yang akan di produksi, dan sampai ke penanganan packing.
-       Standar untuk ruang produksi:
1)    Tidak boleh terkontaminasi (kebersihan di utamakan)
2)     Mendapat pernyataan layak dari lembaga pemerintah
3)    Dinding ruangan terbuat dari bahan yang tidak lapuk
4)    sukar ditempeli debu.
-       Standar ruang sortasi :
1)    Ruangan harus selalu bersih
2)    Harus tersedia meja khusus sortasi
3)    Tersedia timbangan untuk menimbang sheet yang sudah tersortir
4)    Standar gudang penyimpanan bahan jadi: Bersih, Bebas debu
5)    Aman
Penanganan QC (Quality Control) yang dilakukan di PT Anditta Raya Bakery dilakukan pada semua tahapan proses, meliputi:
-       setiap bahan yang masuk,
-       bahan selama di gudang,
-       saat proses produksi, dan
-       bahan yang akan dikirim ke konsumen.
 Penanganan QC dilakukan oleh semua personal QC lab yang mana masing- masing personal mempunyai tanggungjawab atas bagian pekerjaan masing- masing. Misalnya personal QC raw material, maka dia yang bertugas mengontrol, mengecek, mengendalikan, memastikan bahan yang datang ke pabrik.Selain itu penaganan QC meliputi profesi Inspecting, Testing, dan Grading. Dengan menggunakan data-data sebagai jawaban untuk pembanding dan estimasi hasil yang baik dan yang tidak baik dipisah-pisahkan untuk mencari mana yang dapat diterima (Accept) dan mana yang ditolak (Reject).Tujuan perusahaan menjalankan QC adalah untuk mencari just to the point dengan cara yang fleksible dan untuk menjamin agar konsumen merasa puas, investasi bisa kembali, serta perusahaan mendapatkan keuntungan. Bagian pemasaran dan bagian produksi tidak perlu memaksakan, tetapi perlu kelancaran dengan memanfaatkan data, inspection dan testing dengan analisastatistic dari QC yang disampaikan kepada pihak produksi untuk mengetahui bagaimana hasil kerjanya sebagai langkah untuk perbaikan. Saat pelaksanaan QC dan testing bisa ditemukan beberapa masalah kualitas khusus, kemudian dibuat suatu study masalah khusus agar dapat dipergunakan untuk mengatasi masalah di bidang penggudangan, produksi, maupun distribusi.
Disamping tersebut di atas tugas QC yaitu:jika terjadi komplain atau return, mengadakan cek ulang dan menyatakan kebenaran return untuk bisa diterima atau tidak diterima secara terpisah lalu laporkankepimpinan supaya bisa mengusut dan memberikan informasi ke departemen terkait untuk kemajuan proses berikutnya.
a.    Konsep QC dari pihak / unit produksi
Para karyawan diproduksi harus mau mengerti dan bertanggung jawab apabila terdapat salah satu produksinya cacat. Dengan ini masalah kualitas produksi yang harus menjadi tanggung jawabanya jangan sampai jelek terus menerus. Dalam konsep pokok QC didalam proses produksi ialah baik buruknya barang produksi adalah merupakan tanggung jawab manager produksi. Bagian QC tidak berhak mencampuri urusan ini, karena tidak demikian sistem kerja QC didalam kenyataannya tidak bisa leluasa dijangkau.
b. Konsep QC terhadap bagian produksi
Hasil produksi di cross-check lagi oleh bagian QC dan hasilnya di informasikan kepada bagian produksi dengan data yang jelas sebagai komunikatif, kemudian ditindak lanjuti oleh QC. Quality Control atau pengendalian mutu adalah bagian dari unit usaha yang bertugas mengawasi dan mengendalikan mutu dari bahan baku, proses sampai barang jadi. Dengan adanya Quality Control dalam suatu perusahaan, perusahaan tersebut akan dapat mengendalikan ke konsistensianmutu dan standar yang ditentukan untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Selain itu juga untuk mencegah dan menghindari kerusakan produk yang akan berpengaruh terhadap penurunan biaya setelah dijual (after sales), meningkatkan produksi dan menjaga citra produk, cara terbaik mengendalikan mutu propduk, menjadi acuan system kerjadan perbaikan produk yang dihasilkan.
Secara garis besar Field Quality Control dibagi menjadi :
1)    QC Analisa/Laboratorium, QC yang bertugas menganalisa bahan termasuk incoming dan produk akhir
2)    QC Field Inspekyor/QC lapangan, QC yangmengontrol setiap tahapan proses dalam memproduksi barang
3)    QC Lapangan/Proses, QC yang bertugas menjaga agar kondisi proses dan produk yang dihasilkan secara fisik sesuai standar
4)    QC Proses mengawasi titik kritis proses misalnya suhu proses, kecepatan mesin, lama waktu dan lain-lain
5)    QC Produkya itu mengawasi titik kritis produk yang akan masuk  proses dan produk jadi, misalnya bentuk dan ukuran, kenampakan, aroma dan lain-lain.
Dalam struktur organisasi perusahaan bagian quality control bisa ditempatkan  dibagian produksi yang berarti tanggungjawab pekerjaan secara langsung berada dibawah manager produksi. Adapula yang menempatkan Quality Control pada bagian tersendiri terpisah dari bagian produksi, yang berarti tanggungjawab pekerjaan bukan kepada Manager Produksi tetapi langsung dibawah Manager QC atau langsung dibawah Manager Umum (General Manager). Masing-masing penempatan tersebut mempunyai sisi kelebihan dan kekurangan .Yang menjadi penekanan adalah dimana QC tersebut bernaung karena akan memperlihatkan tugas(tanggungjawab) dan wewenang QC.
A.   Penanganan Limbah di PT Anditta Raya Bakery
Penanganan limbah yang terdapat di PT Anditta Raya Bakery dikategorikan dalam penanganan limbah secara biologi karena menggunakan jasa mikrobiologi sebagai pengolah limbah tersebut. Air limbah yang dihasilkan ialah air limbah yang banyak mengandung senyawa organik. Sistem pengolahan yang digunakan merupakan kombinasi antara pengolahan aerob dan anaerob. Limbah tersebut diolah diarea tersendiri yang disebut dengan WWT (Waste Water Treatment). Hasil akhir dari pengolahan limbah ini akan ditampung dalambak penampungan akhir, yang kemudian akan dilakukan pengecekan menggunakan ikan. Apabila ikan yang dimasukkan masih hidup, maka cairan siap dialirkan kesungai.
B.   HRD dan standar pegawai di PT Anditta Raya Bakery
HRD ( Human Resource Development ) adalah suatu pekerjaan yangmenangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manager, dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.Peran, Tugas, dan Tanggung Jawab HRD :
a.    Melaksanakan persiapan dan seleksi tenaga kerja (Preparation and Selection), Persiapan, Rekruitmen tenaga kerja ( Recruitment ), Seleksi tenaga kerja ( Selection )
b.    Pengembangan dan evaluasi karyawan ( Development and Evaluation )
Tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan atau organisasi harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya.Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidang masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
c.    Memberikan kompensasi dan proteksi kepada pegawai ( Compensation and Protection )
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan.Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang adapada lingkungan eksternal.Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenagakerjaan di kemudian hari ataupun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan.Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenangsehingga kinerja dan kontribusi pekerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya. Sedangkan proteksi biasanya diberikan oleh perusahaan kepada karyawan dalam bentuk penggantian biaya ketika karyawan mengalami keadaan kurang sehat (sakit) ataupun ketika mengalami kecelakaan akibat pekerjaan.
Standar pegawai·Research and Development ( R&D )
-       Diutamakan yang berpengalaman sebagai R&D dan mengerti tentang bahan-bahan tambahan makanan, proses produksi dan pengemasan.
-       Marketting Berpengalaman
Mengetahui sistem pemasaran yang baik,dan mampu mengevaluasi flavour ( dengan smelling ), serta mempunyai pengetahuan tentang bahan tambahan makanan dan diutamakan S1.
-       Human Resource Development ( HRD )
Berpengalaman, jujur, dan diutamakan S1.
-       Quality Control ( QC )
Berpengalaman, mengetahui mutu Food and Safety of Raw Material dan mengerti tentang bahan-bahan tambahan makanan.
-       Produksi
Rajin dan mampu mengangkat benda berat.
C.   Produk Hasil Olah dan Sasaran Pemakai Perusahaan Produk hasil olah yang di produksi di PT Anditta Raya Bakery
a.    Produk hasil olah berupa roti diantaranya:
1)    Roti Kering
2)    Roti Manis (Bread)
3)    Bolu
4)    Tart
5)    Produk basahan

b.    Sasaran pemakai lokal:
Seluruh wilayah indonesia yang meliputi pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi

D.   System Pemasaran Perusahaan Pemasaran
System Pemasaran Perusahaan, Pemasaran dilakukan di pusat marketing yang berada di Jakarta, dalam hal ini pihak marketing langsung mendistribusikan ke agen-agen besar atau grosir untuk dilakukan penyebaran terhadap produk yang dihasilkan tersebut.
1)     Roti Kering
2)    Roti Manis (Bread)
3)    Bolu dan Tart
Pemasaran lokal
1)    Roti Kering
Dilakukan proses marketing yang dilakukan pada wilayah Nusantara,dengan sistem yang telah ditetapkan oleh pihak marketing
2)    Roti Manis (Bread)
Pemasaran permen karet lebih dominan pada marketing yang dilakukan pada konsumsi rumah tangga untuk berbagai kalangan usia ,marketing di salurkan di wilayah Nusantara


E.   Fasilitas dan Ketenagakerjaan PT. Anditta Raya Bakery
Mempunyai lahan seluas 5,5 hektar yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas utama berupa laboratorium, ruang produksi, ruang pengemasan, gudang bahan mentah, gudang barang jadi, mushola,locker, kantin, koperasi, poliklinik, pos satpam, IPAL, Incinerator, ruang kantor, danutility. Selain itu terdapat pula beberapa fasilitas penunjang seperti tempat parkir mobil dan tempat parkir motor.
PT. Anditta Raya Bakery memiliki karyawan sekitar 1200 karyawan. Fasilitas yang diterima karyawan antara lain gaji bulanan, tunjangan transportasi, tunjangan kesehatan, asuransi jamsostek, penyediaan makan, serta fasilitas berupa seragam kerja. Karyawan PT. Anditta Raya Bakery ada yang berstatus sebagai karyawan tetap dan ada yang berstatus karyawan kontrak. Waktu kerja karyawan di bagi menjadi 2 yaitus hift dan non shift dengan pembagian waktu kerja sebagai berikut :
1.    Non Shift
Karyawan yang tidak terkena shift berkerja mulai pukul 08.00 sampai pukul 17.00 selama 5 hari kerja setiap minggunya mulai dari hari senin sampai hari jumat.
2.    Shift I Karyawan
Shift I mulai bekerja pada pukul 07.00 sampai dengan pukul 14.00 dan masuk 6 hari kerja setiap minggunya sesuai ketentuan.

3.    Shift II Karyawan
Shift II mulai bekerja pada pukul 13.00 – 21.00 dan masuk 5 hari kerja setiap minggunya sesuai dengan ketentuan.

4.    Shift III Karyawan
Shift III mulai bekerja pada pukul 21.00 sampai dengan pukul 06.00 dan masuk 5 hari kerja setiap minggunya sesuai ketentuan.

Struktur Organisasi
Bentuk struktur organisasi pada PT. Anditta Raya Bakery adalah struktur organisasi yang terdiri dari beberapa kelompok yang bertugas pada fungsi yang berbeda - namun menekankan pada satu tujuan yaitu pengembangan produk, kemajuan produk, dan juga kemajuan perusahaan. Manajemen teknologi dibagi dalam tiga divisi,yaitu divisi pengawasan mutu (QC dan QA), divisi product development dan divisi packaging development. Dalam praktik kerja lapangan ini, penulis bertugas didivisi pengawasan mutu (Quality Control) yang di dalamnya terdapat QC Analis, QC Inspector (line controller), QC Mikrobiologi, QC Incoming Material dan QC Field.

F.   Kepedulian Lingkungan PT. Anditta Raya Bakery
Kepedulian PT. Anditta Raya Bakery meliputi dana sosial untuk beda masyarakat khususnya dilingkungan sekitar pabrik, selain itu rekruitmen pekerja banyak yang diperoleh dari masyarakat sekitar. Kepedulian juga dilakukan dalam bentuk baksos(bakti sosial) untuk masyarakat yang kurang mampu. 

G. gambar produk



H. Video Usaha